Saturday, June 28, 2014
Hey Gwener's, What's Up!
Setiap kali datang bulan ramadhan, maka akan selalu diawali dengan polemik tentang kapan dimulai dilaksanakannya ibadah puasa ini. Padahal kemajuan teknologi sebenarnya bisa membantu menyelesaikan permasalahan ini. Polemik ini muncul pada dasarnya karena perbedaan waktu antara mekah dan indonesia. Hal ini mendapat penafsiran yang berbeda-beda dikalangan masyarakat indonesia.
Dalam dunia astronomi, hal ini tentunya sudah bisa dicari solusinya dengan memprediksi kapan harus memulai ibadah puasa. Menggunakan pantuan teropong bintang kita bisa memilihat pola diluar angkasa. Kriteria penentuan 1 ramadhan tentunya juga bukan hal yang sulit. Dan menerut kalendar yang sudah banyak beredar sebenarnya sudah diprediksi tanggal 1 ramadhan tersebut.
Pantuan Astronomi
Pemerintah selaku penengan polemik pelaksaan puasa ini akhirnya memutuskan untuk mengadakan sidang isbat setiap tahunnya selama 2 kali untuk menentukan kapan memulai berpuasa dan melaksanakan shalat Idul fitri pada 1 syawal mendatang. Namun sangat disayangkan walaupun telah ditetapkan oleh pemerintah masih saja ada sekolompok masyarakat yang berbegang teguh pada ajaran yang berdasarkan aturan tertentu sehingga membuat hal ini menjadi berbeda satu sama lain.
Perbedaan pendapat boleh saja, asalkan pendapat itu bisa dibukti. Namun berbeda jika pendapat itu muncul karena kebiasan turun temurun yang telah menjadi adat istiadat suatu kelompok masyarat. Tentu dalam hal ini kita tidak bisa memaksakan hal tersebut. Sebagai warga negara yang taat pada pemerintah tentunya saya sangat menyarankan untuk mengikuti keputusan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Tujuan pemerinah ikut andil dalam polemik ini adalah untuk kepentingan bersama sehingga persatuan ditanah air ini tetap terjaga. Mayoritas penduduk indonesia adalah umat muslim, sehingga sangat disayangkan dalam beribadah mempunyai perbedaan pendapat. Inilah peran perintah bagaimana mengajak dan menyelesaikan polemik pelaksanan puasa ini.
Belajar dari pengalaman yang sudah ada, tentunya pemerintah sudah bisa mencarikan solusi atas permasalahan ini. Jangan sampai polimek seperti berlanjut terus-menerus. Perbedaan pendapat saat ini mungkin tidak begitu dipermasalah namun dikemudian hari bisa saja menjadi masalah. Inilah tugas kita bersama untuk menjaga kesatuan dengan menjadi warga negara yang baik. Pemerintah tentunya memberikan solusi berdasarkan dari pendapat para ahli, jadi kenapa kita harus menjadi sok tau? betul kan!.
Terlepas dari itu semua, saya pribadi mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa. Mulailah dari diri sendiri dengan begitu perbedaan akan sirna. Semoga ramadhan bisa menjadikan kita menjadi orang yang selalu beriman dan bertaqwa kepada kepada Allah SWT. Marhaban ya Ramadhan 1435H, Selamat menunaikan ibadah puasa

Comments

One Comment

RSS
  1. Sebaiknya mengikuti keputusan pemerintah, minggu 29 juni 2014 adalah 1 ramadhan

    ReplyDelete

Popular Posts

Archive


Copyright © 2014 GweOne. Designed by Templateism
Logo by Cool Text: Free Logos and Buttons
DMCA.com Protection Status

Iklan

Find Us on Google+

Followers