Thursday, July 10, 2014
Hey Gwener's, What's Up!
Ada yang aneh pada hasil quick count kali. Terlihat sekali kejanggalan pada perhitungan cepat pada pemilu presiden 2014 ini. Quick count yang seharusnya diselenggarakan secara independent justru dimanfaatkan untuk kepentingan para kandidat. Lihat saja dari kedua kubu calon presiden yang ada memiliki hasil yang beragam, yang jelas masing-masing lembaga memberikan pemenang pada kandidat tertentu.
Ini membuat kredibilitas lembaga survey dipertanyakan, seharunya quick count tidak terikat pada timses masing-masing Kandidat presiden 2014. Hasil quick count pilpres kini mulai dipertanyakan, masih perlukah survey quick count. Dilihat dari penyelenggaraanya tidak memberikan kesimpulan yang pasti siapa yang benar-benar menjadi pemenang. Apa karena hanya ada 2 kandidat saja, sehingga ada manipulasi datanya. Entahlah!, tapi yang jelas kredibilitas lembaga survey ini sekarang dipertanyakan.
Quick count pilpres 2014
Baik Jokowi atau Prabowo jadi presiden apa bedanya?. Siapapun pemenangnya tetaplah akan menjadi presiden bersama. Bukan presiden koalisi atau untuk kader dan tim sukses. Presiden terpilih tentunya akan memimpin bangsa ini 5 tahun mendatang dan bertanggung jawab atas masalah seluruh rakyat indonesia. Inilah beban yang akan dipikul oleh presiden mendatang.
Ditengah-tengah hiruk pikuk pemilu presiden ini, tidak sengaja saya mendengan celotehan seorang super taksi. Beliu mempertanyakan memang apa bedanya antara jokowi maupun prabowo. Seperti kutipan berikut.
Jokowi atau probowo menang jadi presiden tetap saja pekerjaan kita seperti ini, gaji tetap segitu, makan juga tetap tidak ada yang berubah!
Janji pada visi misi yang dilontarkan setiap kandidat tidak mungkin terwujud dalam waktu yang singkat, mereka punya waktu 5 tahun mendatang untuk membutikannya, jadi kenapa kita harus terburu-buru. Masalah diindonesia ini terlalu banyak dan tidak mungkin diselesaikan dalam waktu semalam.
Inilah yang membuat sepertinya timses yang mengambil peran terlalu membuat kondisi menjadi tegang. Kalah itu adalah milik timses yang gagal dan menang adalah milik seluruh rakyat indonesia suka ataupun tidak. Jadi cukup jelas timseslah yang tidak mau kalah, sehingga digunakan cara claim seperti hasil quick count.
Kita sebagai rakyat tidak perlu khawatir tentang siapa presidennya, tugas kita telah dilaksanakan dengan memilih kandidat sesuai pilihan. Siapapun yang jadi presiden, tetap menjadi presiden bersama, kitalah yang akan menang dan kita juga yang merayakannya. Jadi, tidak perlu membuat suasana menjadi panas. Tetap tenang dan nantikan saja pekerja KPU untuk menghitung manual suara yang telah kita berikan. Saya percaya, indonesia akan mendapatkan pemimpin yang luar biasa. Indonesia akan menjadi lebih baik. Semoga!

Comments

One Comment

RSS
  1. Siapa pun yang jadi pemenangnya tetap saja adalah presiden indonesia, presiden bersama, presiden yang akan memimpin bangsa ini ke arah kemajuan

    ReplyDelete

Popular Posts

Archive


Copyright © 2014 GweOne. Designed by Templateism
Logo by Cool Text: Free Logos and Buttons
DMCA.com Protection Status

Iklan

Find Us on Google+

Followers