Monday, August 18, 2014
Hey Gwener's, What's Up!
Mendekati hari lebaran yang lalu, bahkan jauh sebelumnya banyak orang mempersiapkan diri untuk mudik alias pulang ke kampung halaman. Dimana semua orang akan berkumpul dalam suatu keluarga besar bersama-sama. Mulai hal terkecil seperti perlengkapan dan oleh-oleh atau cindera mata pun dipersiapkan dengan matang. Tak luput juga yang paling terpenting adalah memantau jalur transportasi yang digunakan. Untuk sobat yang ingin berpergian dengan cepat bisa menggunakan jalur udara atau yang ingin menikmati perjalanan bisa menggunakan jalur darat ataupun laut, semua juga tergantung dari waktu dan keuangan masing-masing.
Nah, mungkin sobat adalah salah satu dari sekian banyak orang yang melakukan persiapan mudik seperti yang saya jelaskan diatas. Tapi saya punya sedikit pertanyaan, sudahkah kita mempersiapkan diri untuk mudik ke akhirat nanti? Hmm.. Pasti sobat sedang berfikir hal yang sama. Perlengkapan apa yang telah kita siapkan? Cindera mata apa yang akan kita bawa? Lalu jalur mana yang akan kita lalui. Semua tergantung dari kemampuan masing-masing bukan? yang paling penting adalah kemana arah tujuan yang akan kita tuju?, Akhirat? yang mana????...
Mudik ke Akhirat
Mungkin sobat tercengang membaca tulisan ini, sama halnya saya ketika mendengarkan ceramah ketika mudik lalu tepatnya sebelum lebaran. Isi ceramah tersebut sangat menarik, makanya saya coba untuk membagikannya kepada sobat melalui tulisan ini. Untuk semua hal yang sifatnya didunia ini, mungkin kita mau tidak mau akan mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Namun tak sedikit juga orang yang mengebaikan apa yang akan ia hadapi nanti (di akhirat). Banyak orang hanya terlena dengan apa yang ia miliki di dunia ini. Harta, kekayaan adalah tujuan utama sebagian besar umat di dunia. Apa gunanya semua itu jika tidak berkah?
Persiapan mudik keakhirat yang paling tau adalah kita sendiri, untuk mudik ke kampung halaman saja kita harus pusing 7 keliling memikirkannya. Apakah memikirkan persiapan mudik ke akhirat tidak penting? seperti pertanyaan yang saya ajuakan diatas Perlengkapan, cindera mata, jalur dan arah tujuan yang akan dituju perlu dipersiapkan.
Nah, saya juga tidak akan menceramahi sobat, saya cuma ingin kita merenungkan kembali. Mungkin mulai dari pertanyaan diatas, sudah kita mempersiapkan diri untuk menghadapi hari esok. Hari ini mungkin kita bisa tertawa esok atau beberapa saat tidak ada yang tau apa yang akan terjadi pada diri kita ini. Yang kita miliki adalah Waktu, sebarapa banyak yang kita miliki manfaatkanlah waktu tersebut untuk mempersiapkan diri menghadapi mudik ke akhirat kelak.
Jangan sampai penyesalan yang akan kita sesali sementara waktu akan terus bergulir, mari mulai merenung dan bertindak dengan akal dan pikiran yang sehat. Mulai lah dari diri sendiri dengan demikian kita akan menjadi pribadi yang kuat dan siap menghadapi segala macam persoalan dunia dan akhirat. Semoga bermanfaat. ^-^

Comments

3 Comments

RSS
  1. Sore mas ahendri, lagi blogwalking nih, salam kenal mas, nice info.
    pesannya cukup mengena mas, sebagai manusia yang berketuhanan selayaknya kita harus segera mempersiapkan diri bukan sekarang tetapi sudah seharus nya dari kemarin kemarin, karena mati tiadak ada yang tahu kecuali Allah..... salam yuli
    kalau ga keberatan bisa mampir ke blog saya mas...thanks u

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar, yang penting mempersiapkan diri untuk menghadapi nya nanti

      Delete

Popular Posts


Copyright © 2014 GweOne. Designed by Templateism
Logo by Cool Text: Free Logos and Buttons
DMCA.com Protection Status

Iklan

Find Us on Google+

Followers