Monday, August 18, 2014
Hey Gwener's, What's Up!
Beberapa minggu yang lalu sebagian besar dari kita mengambil libur panjang untuk merayakan lebaran bersama keluarga yang mungkin berada dikampung halaman. Seperti halnya saya, semenjak libur panjang pun baru sempat menulis kembali blog ini. Dalam suana lebaran ini tentunya saya tetap ingin mengucapkan Minal Aidin Wal Faidzin, Maaf lahir batin.
Setelah libur panjang tentu rasa malas kerja mulai menghampiri di akhir masa liburan panjang ini. Apa lagi bagi sobat yang mengambil cuti hingga 1 bulan lebih, tentu akan terbiasa juga bangun siang dan duduk santai setiap harinya, berbeda dengan suasa kerja yang harus bekerja 8 jam setiap harinya bahkan bisa lebih tergantung dari kapasitas masing-masing.
Semangat kerja
Rasa malas muncul karena kebiasan yang kita buat sendiri, selama libur kita hanya mendiamkan diri dan jarang beraktifitas sehingga membuat tubuh kita malas melakukan aktifitas yang lain. Langkah awal untuk menumbuhkan semangat lagi adalah dengan berolah raga. Ini akan membuat tubuh menjadi fit kembali. Rasa malas harus dilawan jika sobat tidak ingin pekerjaan semakin berantakan.
Seperti halnya nge-blog ini, sudah hampir sebulan saya tinggalkan semenjak libur lebaran yang lalu, hal ini karena rasa malas yang sangat membebani saya. Untuk mengatasinya saya meniatkan dan sengaja menyempatkan diri untuk meluangkan waktu menulis artike demi artikel ini. Akhirnya hari ini saja saya sudah bisa membapulish 3 artikel sekali gus.
Nah, rasa malas sebenarnya bisa kita atasi dengan niat yang kuat. Pikirkan tujuan yang ingin dicapai, jika malas terus melanda kita, apakah tujuan tersebut akan tercapai? tentu saja TIDAK!. Oleh karena itu, lawan rasa malas. Begitupun dalam hal mengembalikan semangat kerja di aktifitas sehari-hari anda. Jika malas sedang menghampiri, lakukan hal berbeda sejenak, mungkin bermain game atau dengan merapikan dan merenovasi ruang kerja anda. Sehingga anda merasakan suasana baru.
Masih berkaitan dengan lebaran, jangan lupa juga untuk membaca artikel ini Persiapan mudik ke akhirat

Hey Gwener's, What's Up!
Mendekati hari lebaran yang lalu, bahkan jauh sebelumnya banyak orang mempersiapkan diri untuk mudik alias pulang ke kampung halaman. Dimana semua orang akan berkumpul dalam suatu keluarga besar bersama-sama. Mulai hal terkecil seperti perlengkapan dan oleh-oleh atau cindera mata pun dipersiapkan dengan matang. Tak luput juga yang paling terpenting adalah memantau jalur transportasi yang digunakan. Untuk sobat yang ingin berpergian dengan cepat bisa menggunakan jalur udara atau yang ingin menikmati perjalanan bisa menggunakan jalur darat ataupun laut, semua juga tergantung dari waktu dan keuangan masing-masing.
Nah, mungkin sobat adalah salah satu dari sekian banyak orang yang melakukan persiapan mudik seperti yang saya jelaskan diatas. Tapi saya punya sedikit pertanyaan, sudahkah kita mempersiapkan diri untuk mudik ke akhirat nanti? Hmm.. Pasti sobat sedang berfikir hal yang sama. Perlengkapan apa yang telah kita siapkan? Cindera mata apa yang akan kita bawa? Lalu jalur mana yang akan kita lalui. Semua tergantung dari kemampuan masing-masing bukan? yang paling penting adalah kemana arah tujuan yang akan kita tuju?, Akhirat? yang mana????...
Mudik ke Akhirat
Mungkin sobat tercengang membaca tulisan ini, sama halnya saya ketika mendengarkan ceramah ketika mudik lalu tepatnya sebelum lebaran. Isi ceramah tersebut sangat menarik, makanya saya coba untuk membagikannya kepada sobat melalui tulisan ini. Untuk semua hal yang sifatnya didunia ini, mungkin kita mau tidak mau akan mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Namun tak sedikit juga orang yang mengebaikan apa yang akan ia hadapi nanti (di akhirat). Banyak orang hanya terlena dengan apa yang ia miliki di dunia ini. Harta, kekayaan adalah tujuan utama sebagian besar umat di dunia. Apa gunanya semua itu jika tidak berkah?
Persiapan mudik keakhirat yang paling tau adalah kita sendiri, untuk mudik ke kampung halaman saja kita harus pusing 7 keliling memikirkannya. Apakah memikirkan persiapan mudik ke akhirat tidak penting? seperti pertanyaan yang saya ajuakan diatas Perlengkapan, cindera mata, jalur dan arah tujuan yang akan dituju perlu dipersiapkan.
Nah, saya juga tidak akan menceramahi sobat, saya cuma ingin kita merenungkan kembali. Mungkin mulai dari pertanyaan diatas, sudah kita mempersiapkan diri untuk menghadapi hari esok. Hari ini mungkin kita bisa tertawa esok atau beberapa saat tidak ada yang tau apa yang akan terjadi pada diri kita ini. Yang kita miliki adalah Waktu, sebarapa banyak yang kita miliki manfaatkanlah waktu tersebut untuk mempersiapkan diri menghadapi mudik ke akhirat kelak.
Jangan sampai penyesalan yang akan kita sesali sementara waktu akan terus bergulir, mari mulai merenung dan bertindak dengan akal dan pikiran yang sehat. Mulai lah dari diri sendiri dengan demikian kita akan menjadi pribadi yang kuat dan siap menghadapi segala macam persoalan dunia dan akhirat. Semoga bermanfaat. ^-^

Hey Gwener's, What's Up!
Beberapa minggu sempat vakum meninggalkan aktifitas blog, akhirnya kini baru saya menyempatkan diri untuk memulai kembali menulis artikel untuk di publish kepada sobat gwener. Berhubung masih dalam suasana lebaran walaupun sudah lewat beberapa minggu. Namun saya ingin mengucapkan Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon maaf lahir batin. Bila ada kesalahan dan kekhilafan yang telah saya perbuat baik itu berhubungan dengan blog ini maupun tulisan-tulisan yang kurang berkenan dihati sobat. Sebagai manusia saya menyadari kekurangan dan kekhilafan oleh karena itu sudi kiranya sobat untuk memakluminya.
Bagi umat muslim menyambut hari raya idul fitri merupakan suatu kemenangan tersendiri setelah berjuang untuk menahan lapar dan dahaga selama 1 bulan penuh pada bulan ramadhan yang lalu. Namun apa itu saja makna kembali ke fitri. Bulan puasa tidak sekedar menahan lapar dan dahaga melainkan menjaga dan mengendalikan diri dari emosi dan hawa nafsu. Inilah yang seharunya kita terapkan untuk kehidupan selanjutnya. Tidak hanya sampai hari raya idul fitri saja, lalu kembali ke aktifitas seperti biasa. Namun yang diharapkan justru menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya.
Minal Aidin Wal Faidzin
Banyak orang menafsirkan bahwa idul fitri artinya kembali ke fitri (Nol lagi). Dengan istilah ini justru membuat orang beranggapan bahwa kesalahan sudah hilang dan bisa mengulangnya kembali. Inilah paham yang sering disalah artikan oleh kebanyakan dari kita. Kembali ke fitri seharusnya menjadikan rasa syukur semakin bertambah atas segala nikmat yang telah kita terima. Mulai dari kesehatan yang masih dapat kita rasakan. Dengan demikian, isyaallah prilaku dan perbuatan yang akan kita lakukan justru akan mendatangkan pahala yang berlimpah pula.
Sebagai bagian dari ucapan ini, saya hanya sekedar mengingatkan saja kepada sobat semua untuk selalu menjaga sikap dan prilaku seperti halnya saat menjalankan ibada puasa pada bulan ramadhan yang lalu, sehingga setiap saat kita dapat terus merasakan nikmat bulan ramadhan dengan menjaga dan mengendalikan diri dari hawa nafsu.

Sekali lagi, Saya mengucapkan Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf lahir batin.

Popular Posts


Copyright © 2014 GweOne. Designed by Templateism
Logo by Cool Text: Free Logos and Buttons
DMCA.com Protection Status

Iklan

Find Us on Google+

Followers